Lanjut ke konten

Singapore Series : Enam hal yang harus dilakukan saat mendarat di Changi Airport

Singapore atau singapura adalah negeri mungil yang menarik untuk dikunjungi, selain menjadi salah satu negara pusat bisnis di asia, singapore juga menawarkan tempat wisata yang menarik Banyak warga negara lain terutama indonesia yang datang ke singapura hanya untuk belanja dan jalan jalan, beberapa bahkan hanya datang buat ngisi stempel di paspor biar penuh dan bisa bikin lagi. Beberapa minggu yang […]

Read More →

Arjuna yang Garang (Part 3- End)

Takdir tidak pergi tapi menunggu Hari sudah mulai sore ketika kami tiba di lembah kidang dengan penuh lelah, akan tetapi semua itu terbayarkan dengan suasana indah di sana, suasananya seperti padang sabana yang sangat luas dengan rumput2 setinggi mata kaki, angin sepoi sepoi diiringi tampilan langit yang berwarna kuning keemasan, tak kalah elok deretan dinding lereng gunung setinggi puluhan meter mengelilinginya, lembah kidang bagaikan oase di tengah gurun. Kami pun mencari tempat datar untuk lokasi mendirikan tenda, kami putuskan untuk mendirikan tenda di sebuah tanah yang memiliki 2 pohon saling berdekatan, dibatangnya kami mengikat hammock yang digunakan untuk bersantai. Kebetulan lembah kidang adalah lokasi terakhir yang menyediakan air sebelum puncak, tentu kami segera membawa beberapa botol kosong untuk mengisi air tersebut, Saya dan seorang anggota teman baru itu pun menuju sumber air dengan membawa beberapa botol air mineral kosong, namun ternyata kondisi mata airnya tidak seperti yang kami bayangkan, airnya tidak melimpah dan hanya menetes kecil di ujung sebuah pipa paralon yang patah. Secara bergantian kami mengisi botol kosong yang kami bawa dengan air tersebut, walau airnya agak keruh, kami tetap meminumnya dan mengganggap air tersebut sehat, karena sumbernya dari gunung Arjuna. Kamipun kembali menuju tenda, di depan tenda sudah disiapkan berlembar lembar daun pisang yang baru dipetik dari lokasi sekitar, dengan penuh semangat kami segera duduk melingkar disekitar daun daun itu, tak lama kemudian makanan hangat pun tersaji, kami segera melahapnya sambil menikmati keindahan pemandangan lembah kidang, suasana yang […]

Read More →

Tiga Pulau Paling Indah di Selat Sunda

Ingin liburan tapi waktu terbatas? mungkin pilihan destinasi dibawah bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebagai warga ibukota yang sudah jenuh dengan hiruk dan pikuknya suasana Ibukota, sudah tentu sesekali menginginkan suasana yang nyaman dan damai, tetapi kadang kala kita diributkan oleh waktu liburan yang terbatas, mungkin beberapa destinasi dibawah bisa menjadi pilihan teman teman sekalian, oh ya, saya menggunakan jasa […]

Read More →

Edisi Game Jadul : Gunbound

Gunbound? Tahukah kalian apa itu? Sebagai bagian awal dari generasi Y tentu kami sudah mengalami berbagai macam transisi perubahan teknologi yang cukup signifikan pada masa muda kami, Mungkin kami salah satu generasi terakhir yang memainkan petak umpet setiap malam minggu, atau bermain bentengan yang menyebabkan kami berlari memutari blok hanya demi bisa mengendap endap menyerang benteng lawan dari belakang, atau […]

Read More →

GrabCar Vs GoCar Mana Yang Lebih Baik?

Mimpi tinggal Mimpi, Angan Angan tak menjadi kenangan… Di era ini kita sedang menghadapi revolusi industri yang ke 4, era baru yang disebut sebagai era digital, cukup banyak hal yang berubah di sekitar kita, bahkan hal hal tersebut belum kita bayangkan 10 tahun yang lalu, salah satunya adalah transportasi online masa kini yaitu Grab dan Gojek Alkisah, hari ini saya baru balik dari Jogja, pesawat saya berhasil landing dengan mulus di Bandara Soekarno-Hatta, entah karena perasaan saya sedang bahagia atau memang karena pilotnya bintang 5, maklum maskapainya adalah salah satu maskapai BUMN terbaik di indonesia dengan logo burung birunya (Intermezoo dulu ya…)   Nah pesawat saya landing di terminal 3 di kedatangan domestik, ukurannya sangat besar, sampai gempor kaki saya jalan kaki cuma untuk keluar dari bandara. Cling, akhir sampailah diujung bandara yang futuristik itu, dengan langkah tenang (dan pegel) pergilah seorang pria ganteng ini ke penjualan tiket damri, tujuan saya adalah Rawamangun, waktu menunjukan pukul 20.15 Cling lagi, 21.30 sampailah saya di terminal Rawamangun, suasana hujan cukup kencang dan petir saling bersautan, alhasil badan dan pakaian basah terkena tempias hujan di halte terminal yang sempit itu Hal pertama yang saya pikirkan adalah segera pulang sambil menikmati teh yang hangat, kemudian dilanjutkan bobo ganteng sambil mendengarkan sayup sayup suara percikan air di jendela kamar, sungguh nikmattttt… Tapi mimpi tinggal mimpi, angan angan tak menjadi kenangan, sambil terkena tempias air yang diterpa angin kencang, tangan saya bergetar sambil menekan henpon untuk […]

Read More →

Arjuna yang Garang (Part 2)

“Badai mulai reda, matahari kembali terbit” Si “dia” beranjak pergi meninggalkan saya, hanya berbekal uang 100 ribu pemberian saya dia melangkah turun untuk kembali kerumahnya, diikuti pandangan sedih saya mengingat kan saya bahwa di pendakian kali ini, kami harus memutuskan untuk memulangkan seorang teman baik. Cukup lama saya menunggu, dari kejauhan terlihat kedua teman yang tadi turun berjalan kembali dengan cukup resah, setelah sampai dilokasi tempat saya menunggu mereka bercerita bahwa tas itu tidak bisa ditemukan, padahal mereka sudah berjalan cukup jauh, kamipun berembug, karena pilihannya adalah lanjut tanpa tenda atau kembali kerumah mengikuti teman kami tadi Sekitar setengah jam sudah kami berdiskusi, tiba tiba dari arah belakang ada suara berteriak, “Mas, ini tasnya Masnya kah?” Kami menoleh dan melihat rombongan seumuran pelajar SMA, dan seorang lelaki paruh baya datang sambil membawa tas kami “Tadi geletakan di semak semak” “Wah bener pak, ini tas saya, makasih ya pak” ujar salah satu teman saya “Tadi saya lihat temennya turun?, tak kira ga lanjut semua, waktu disapa diem aja” ujar bapak itu lagi “Iya pak, dia ga lanjut, harus pulang” jawab kami lagi dengan agak sungkan, bagaimanapun juga, rasanya seperti sudah membuang seorang teman, seperti ada yang mengganjal. Setelah kami amati ternyata saya satu dari rombongan itu adalah mas mas yang sebelumnya diambil mienya oleh si “dia” untuk lebih lengkapnya baca Arjuna yang garang (Part 1), dengan sungkan kami pun menyapanya dan meminta maaf kembali atas kejadian tempo hari. Sekarang kami membawa […]

Read More →