Hai Kaum Karnivora, Berikut 5 Tipe Pengunjung Restoran All You Can Eat versi Gue

Siapa sih yang belum pernah makan di restoran “All You Can Eat”? Pasti kawan kawan semua pernah makan disanakan, gimana? Apakah merasa puas? Atau terlalu mahal dan tidak ramah dompet?, saat ini restoran dengan model bisnis seperti ini sudah sangat menjamur di kota kota besar indonesia, hampir setiap mall memilikinya, ada yang berupa Barbeque grill, Hot Pot,Suki, Sushi atau menu prasmanan lainnya.

Sesuai pengamatan saya selama beberapa kali bersantap di restoran semacam ini, berikut adalah tipe tipe pengunjung restoran All You Can Eat :

1. Sang Dermawan

Level Kebahagian Staf : 5 Bintang

Biasanya “Sang Dermawan” akan berkunjung ke restoran ini pada hari hari libur, mereka akan rela mengantri waiting list yang biasanya cukup panjang, demi mewujudkan apa yang mereka inginkan dan apabila mereka sudah mendapatkan meja, mereka akan memesan beberapa plate daging dan menuju buffet dengan membawa handphone keren ditangannya, Hp akan diarah kan ke buffet demi memenuhi hasrat lapar atas content media sosial mereka.

Yang paling menarik dari sang dermawan, mereka biasanya hanya memesan sedikit daging dan cukup banyak lauk dari buffet kemudian menatanya, setelah mereka sudah cukup memenuhi hasrat sosial medianya, mereka hanya makan sedikit saja, karena bagi mereka gemuk sama dengan ga trendy, pantaslah para staf sangat bahagia dengan pengunjung tipe seperti ini.

2. Si Aji Mumpung

Level kebahagiaan staf : Tidak diketahui (mereka jarang bertemu staf)

Mereka adalah tipe tipe orang berwajah sumringah ketika masuk dan berwajah menyesal ketika keluar, buat mereka masuk ke restoran All You Can Eat bagaikan diajak masuk ke dunia yang lain, rasa bahagia bercampur dengan sungkan tergambar jelas di wajah mereka. Anggota komunitas Aji Mumpung biasanya akan melakukan ritual puasa sebelum mengunjungi restoran ini.

Kapasitas planning mereka sangat bagus, sebelum mereka berangkat, mereka biasanya sudah melakukan simulasi cepat tanggap yang taktis, untuk memilih makanan secara effisien, sehingga mereka akan mampu memanfaatkan waktu 90 menit dengan baik, akan tetapi sayangnya mereka bukan eksekutor yang ulung, mereka akan mengambil apapun yang mereka inginkan, dan saat tiba waktunya membayar, mereka akan berbaris sambil menepuk punggung kawannya yang menghadap ke meja kasir sambil memegang dompet, mereka keluar dengan wajah yang penuh komplikasi, antara bahagia atau sedih, bahagia dapat makan enak gratis namun sedih karena tidak bisa menikmati semua yang telah disediakan.

3. Si Efisien

Level Kebahagiaan staf : 3 Bintang

Buat para kaum efisien restoran ini bagaikan medan perang, setiap langkah haruslah direncanakan dengan seksama dan sebaik baiknya, bagi mereka hal ini bagaikan neraca untung dan rugi, sehingga mereka memiliki minimum target yang harus dicapai

Nasi adalah haram buat kaum ini, bahkan untuk kaum efisien garis keras, mereka hanya fokus pada menu utama yang disediakan, misalkan mereka menuju resto all you can eat dengan tema grill, mereka hanya fokus pada bertumpuk tumpuk plate daging, dan ketika pun plate daging sudah kosong, dan para staf berusaha untuk mengambilnya, mereka dengan sopan menolaknya, tumpukan plate tersebut bagaikan piala kemenangan mereka yang harus ditunjukan pada pengunjung sekitar, bagi mereka semakin banyak semakin baik.

Para staf hanya bisa tersenyum datar melihatnya, semakin banyak kaum efisien yang berkunjung, semakin sedikit plate yang bisa di bersihkan untuk di gunakan kembali.

4. Si Bakat Alam

Level kebahagiaan staf : Minus 9 Bintang

Tidak ada kata yang tepat selain “Waspada” setiap salah satu dari Bakat Alam terlihat di ujung jalan menuju resto, dan akan meningkat cepat menjadi “Bencana” ketika mereka masuk ke dalam restoran, para staf akan saling bertukar pandangan dengan cepat saat dia mulai duduk dan melirik sekitar lokasi untuk mencari mangsa, bagaikan predator yang memilih mangsa nomer satu, dua, tiga dan seterusnya.

Si Bakat Alam bagaikan natural disaster bagi restoran All You Can Eat, mereka memang memiliki bakat alam dalam melahap semua menu yang disediakan, tidak ada pantangan apapun buat mereka, atau pun ritual khusus yang harus mereka lakukan, mereka cukup datang mengambil apapun yang mereka mau dan melahapnya, siklus ini akan mereka ulangi hingga berpuluh puluh kali.

Si Bakat alam adalah puncak tertinggi dari Paguyuban Pengunjung Restoran All you Can Eat (PPRA), merekalah sang predator terkuat, terhebat dan ter-rakus, sebuah posisi ningrat yang tidak dapat di capai oleh sembarangan orang.

5.Kamu dan Aku

Level kebahagiaan staf : Tidak penting

Tipikal pengunjung yang tidak memiliki tujuan khusus selain hanya untuk menikmati hidangan restoran ini, Kamu dan Aku memiliki kebahagiaan yang sederhana, ketika dapat menemukan lokasi ngobrol yang nyaman, di kelilingi oleh hidangan yang menggugah selera, Bagi Kamu dan Aku restoran All You Can Eat hanyalah tempat singgah untuk melepas lelah setelah seharian berkeliling, sekaligus sebagai hiburan yang menyenangkan di sela sela cerita yang terus mengalir.

Kadang kebahagian tidak perlu di dapatkan dengan cara susah payah, harus mencapai target tertentu atau ditentukan oleh pendapat orang lain, cukup Kamu dan Aku saling bertemu dan mengobrol, itu sudah cukup.


Dari 5 type diatas yang manakah kamu? Tulis di comment ya, ga perlu pake ngegas, gasnya biar di pake buat bakar barbeque an aja, hhmmmmm yummy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.