GrabCar Vs GoCar Mana Yang Lebih Baik?

Mimpi tinggal Mimpi, Angan Angan tak menjadi kenangan… Di era ini kita sedang menghadapi revolusi industri yang ke 4, era baru yang disebut sebagai era digital, cukup banyak hal yang berubah di sekitar kita, bahkan hal hal tersebut belum kita bayangkan 10 tahun yang lalu, salah satunya adalah transportasi online masa kini yaitu Grab dan Gojek Alkisah, hari ini saya baru balik dari Jogja, pesawat saya berhasil landing dengan mulus di Bandara Soekarno-Hatta, entah karena perasaan saya sedang bahagia atau memang karena pilotnya bintang 5, maklum maskapainya adalah salah satu maskapai BUMN terbaik di indonesia dengan logo burung birunya (Intermezoo dulu ya…)   Nah pesawat saya landing di terminal 3 di kedatangan domestik, ukurannya sangat besar, sampai gempor kaki saya jalan kaki cuma untuk keluar dari bandara. Cling, akhir sampailah diujung bandara yang futuristik itu, dengan langkah tenang (dan pegel) pergilah seorang pria ganteng ini ke penjualan tiket damri, tujuan saya adalah Rawamangun, waktu menunjukan pukul 20.15 Cling lagi, 21.30 sampailah saya di terminal Rawamangun, suasana hujan cukup kencang dan petir saling bersautan, alhasil badan dan pakaian basah terkena tempias hujan di halte terminal yang sempit itu Hal pertama yang saya pikirkan adalah segera pulang sambil menikmati teh yang hangat, kemudian dilanjutkan bobo ganteng sambil mendengarkan sayup sayup suara percikan air di jendela kamar, sungguh nikmattttt… Tapi mimpi tinggal mimpi, angan angan tak menjadi kenangan, sambil terkena tempias air yang diterpa angin kencang, tangan saya bergetar sambil menekan henpon untuk […]

Read More →

Arjuna yang Garang (Part 2)

“Badai mulai reda, matahari kembali terbit” Si “dia” beranjak pergi meninggalkan saya, hanya berbekal uang 100 ribu pemberian saya dia melangkah turun untuk kembali kerumahnya, diikuti pandangan sedih saya mengingat kan saya bahwa di pendakian kali ini, kami harus memutuskan untuk memulangkan seorang teman baik. Cukup lama saya menunggu, dari kejauhan terlihat kedua teman yang tadi turun berjalan kembali dengan cukup resah, setelah sampai dilokasi tempat saya menunggu mereka bercerita bahwa tas itu tidak bisa ditemukan, padahal mereka sudah berjalan cukup jauh, kamipun berembug, karena pilihannya adalah lanjut tanpa tenda atau kembali kerumah mengikuti teman kami tadi Sekitar setengah jam sudah kami berdiskusi, tiba tiba dari arah belakang ada suara berteriak, “Mas, ini tasnya Masnya kah?” Kami menoleh dan melihat rombongan seumuran pelajar SMA, dan seorang lelaki paruh baya datang sambil membawa tas kami “Tadi geletakan di semak semak” “Wah bener pak, ini tas saya, makasih ya pak” ujar salah satu teman saya “Tadi saya lihat temennya turun?, tak kira ga lanjut semua, waktu disapa diem aja” ujar bapak itu lagi “Iya pak, dia ga lanjut, harus pulang” jawab kami lagi dengan agak sungkan, bagaimanapun juga, rasanya seperti sudah membuang seorang teman, seperti ada yang mengganjal. Setelah kami amati ternyata saya satu dari rombongan itu adalah mas mas yang sebelumnya diambil mienya oleh si “dia” untuk lebih lengkapnya baca Arjuna yang garang (Part 1), dengan sungkan kami pun menyapanya dan meminta maaf kembali atas kejadian tempo hari. Sekarang kami membawa […]

Read More →

Game jaman Old

Beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa teman saya ngobrol tentang permainan permainan jadul yang kami pernah mainkan di masa masa indah saat disekolah (SD… Wkkwkw) nah masuklah kami dalam pembahasan terkait sega mega drive 16 bit, atau sega genesis Waktu itu sega ini adalah game paling keren di jamannya, saingannya adalah nitendo yang menurut saya masih kalah grafis dibandingkan […]

Read More →